Metode Pengobatan dan Perawatan Kanker Ovarium

Setelah seseorang positif terdiagnosis menderita kanker ovarium, maka pertanyaan besar yang menyelimuti diri si penderita adalah metode pengobatan kanker ovarium apa yang paling ampuh untuk menyembuhkannya.

Penderita kanker ovarium tentunya akan bertanya-tanya dan mencari tahu mengenai apa hal selanjutnya yang mungkin bisa terjadi maupun apa saja yang perlu dilakukan.

Oleh karena itu, pada artikel wanieta.com kali ini kita akan membahas mengenai segala bentuk perawatan kanker ovarium, termasuk ulasan mengenai jenis-jenis perawatan kanker ovarium .

Dan di bagian akhir akan kita bahas beberapa terapi suportif yang dapat mendukung kesembuhan penderita, khususnya dari keluarga dan para kerabat terdekat.

Pengobatan dan Perawatan Kanker Ovarium

Ada banyak ragam cara untuk mengobati kanker ovarium. Yang paling sering adalah dengan cara melakukan operasi pengangkatan tumor terlebih dahulu dan jika diperlukan maka diberikan kemoterapi maupun radioterapi sebagai terapi lanjutan.

Setiap wanita yang menderita kanker ovarium tentunya memiliki pengalaman yang berbeda dalam menjalani pengobatan.

Dokter menentukan pengobatan yang akan diberikan pada setiap penderita kanker ovarium berdasarkan jenis, stadium atau staging, dan derajat keparahan (grading) dari kanker yang diderita oleh si pasien.

Para dokter yang menangani umumnya terbentuk dalam suatu tim ahli onkologi  yang terdiri dari: dokter spesialis kandungan konsultan onkologi dan juga para perawat klinis khusus yang sudah terspesialisasi untuk menangani penderita kanker.

Metode pengobatan dan perawatan kanker ovarium

Metode pengobatan dan perawatan kanker ovarium

Nah berikut ini beberapa metode pengobatan dan perawatan kanker ovarium:

  1. Pembedahan atau Tindakan Operasi

Operasi untuk mengobati penderita kanker ovarium bukanlah dilakukan oleh seorang dokter spesialis bedah (Sp.B), melainkan dilakukan oleh seorang dokter spesialis kandungan (Sp.OG).

Bahkan, pada umumnya pembedahan tersebut dilakukan oleh dokter spesialis kandungan konsultan onkologi–seorang dokter yang telah menempuh kelimuan khusus lanjutan mengenai kasus keganasan di bidang kandungan atau ginekologi.

Pada pembedahan, biasanya dilakukan pengangkatan berupa tumor ganas mauoun organ-organ yang terlibat di sekitarnya, seperti :

  • Satu maupun dua indung telur atau ovafium dan mungkin besrat saluran tuba fallopi,
  • Nodul limfa di sekitar massa kanker,
  • Omentum alias tumpukkan jaringan lemak di perut,
  • Segala sel ganas yanh telah menyebar ke rongga peritoneum yang berada di perut, dan
  • Appendix

Setelah menjalani operasi, biasanya penderita kanker ovarium wajib dirawat di rumah sakit selama lebih kurang satu minggu.

Hospitalisasi tersebut bertujuan supaya pasien dapat dievaluasi atau follow up lebih dahulu sebelum akhirnya pulang ke rumah.

Selepas dokter dan seluruh tenaga medis dalam tim menyatakan bahwa pasien telah layak untuk pulang, maka pasien dapat kembali ke rumah.

Baru selepas 6-12 minggu usai dari operasi, kondisi pasien dapat pulih secara sempurna.

Selama periode proses pemulihan, penderita kanker ovarium tidak boleh melakukan aktivitas berat, misalnya mengangkat benda berat, pekerjaan rumah yang melelahkan, maupun berkendara.

Termasuk pasien kanker ovarium tidak boleh mengonsumsi makanan tertentu yang dapat menyebabkan infeksi.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker ovarium yang umum dilakukan. Mayoritas wanita yng menderita kanker ovarium biasanya diberikan pilhan pengobatan ini.

Pengobatan ini diberikan dengan tujuan menghilangkan sel-sel ganas yang mungkin masih tersisa selepas tindakan pembedahan atau operasi.

Selain itu, kemoterapi juga bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya kekambuhan (relapse) kanker yang kelak bisa kembali menyerang ovarium maupun organ lainnya.

Kemoterapi bekerja dengan cara menyerang sel-sel yang aktif membelah, baik sel ganas dari kanker maupun sel normal lainnya yang berada di sekitarnya.

Kalau dengan tindakan pembedahan pada penderita kanker stadium dini berhasil, maka kemoterapi sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Meskipun begitu, karena kebanyakan kasus adalah penderita kanker ovarium yang terdiagnosis ketika stadium lanjut, maka kemoterapi sangat perlu diberikan agar pasien memiliki angka kesembuhan yang lebih besar.

Pada kasus tertentu, kemoterapi bisa diberikan di awal pengobatan sebelum dilakukannya operasi. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengerjaan operasi sehingga kemungkinan untuk berhasil jauh lebih tinggi.

Kemoterapi meliputi berbagai obat yang bisa diberikan melalui :

  • Mulut, atau
  • Injeksi maupun infus sehingga obat kemoterapi langsung masuk ke pembuluh darah vena.

Pada obat-obat yang langsung masuk ke pembuluh darah vena, maka efek kerjanya pun lebih cepat dan efektivitasnya pun lebih tinggi untuk membunuh sel-sel ganas di ovarium.

Obat-obatan dalam kemoterapi yang diberikan pada pasien kanker ovarium biasanya berlangsung dalam satu siklus.

Kemudian, supaya pasien dapat sembuh, maka dokter umumnya memberikan kemoterapi sebanyak enam siklus pada penderita kanker ovarium. Setiap siklus berlangsung selama 3-4 minggu.

Selepas enam siklus atau lebih dalam kemoterapi, maka pasien wajib kembali kontrol berobat setiap tiga bulan selama setahun. Tujuannya untuk memastikan bahwa sel-sel ganas ovarium tidak lagi dijumpai sama sekali.

Lalu, jika memang sudah dipastikan bebas kanker selama setahun, pasien juga harus tetap rutin kontrol umtuk memeriksakan kondisi kesehatannya setiap 6 bulan sekali.

Selanjutnya, kalau memang pasien dapat bertahan hidup dalam kondisi bebas kanker selama lima hingga sepuluh tahun, maka pasien dinyatakan telah benar-benar bersih dari kanker dan juga tidak perlu lagi rutin kontrol ke dokter.

  1. Pengobatan lainnya

Selain dua pilihan pengobatan kanker ovarium yang telah dibahas di atas, maka ada lagi opsi terapi lain yang bisa ditambahkan, misalnya terapi hormonal.

Namun, pilihan terapi tambahan ini umumnya jarang sekali digunakan karena harus ada lebih banyak lagi penelitian ilmiah yang dilakukan untuk menilai efektivitas maupun efikasi dari pengobatan tersebut.

Jika Anda maupun keluarga serta kerabat ingin menjalani opsi terapi ini, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ginekologi atau kandungan lebih dahulu supaya mendapat terapi yang sesuai dengan kondisi tubuh penderita kanker ovarium.

Perawatan Suportif bagi Penderita Kanker Ovarium

Perawatan suportif ini sifatnya sebagai penunjang alias mendukung jenis-jenis pengobatan di atas agar hasilnya mencapai kesembuhan yang optimal.

Selain itu, diharapkan juga penderita kanker ovarium masih memiliki kualitas hidup sebaik mungkin dengan maksimal.

Salah satu bentuk perawatan suportif yang diberikan pada penderita kanker ovarium yaitu dukungan moril dari orang-orang sekitarnya, khususnya para keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun kerabat terdekat lainnya.

Sebelum dukungan dari berbagai pihak terwujud, maka pertama sekali penderita kanker ovarium haruslah terbuka dengan orang-orang terdekatnya. Tentu berbagi cerita mengenai kondisi kanker ovarium yang diderita bukanlah perkara yang mudah.

Secara individual, penderita kanker ovarium pasti menjalani sekelumit proses untuk mampu menerima kenyataan.

Dimulai dari adanya rasa sedih, kecewa, hingga marah terhadap keadaan, bahkan tak jarang juga penderita melampiaskan emosinya terhadap hal-hal lain yang sebenarnya tidak berlaitan dengan kondisi kanker ovarium yang dideritanya.

Apalagi untuk berbagi cerita dengan orang lain. Dalam benak penderita kanker ovarium, tentu ada rasa kesedihan luar biasa sekaligus khawatir dengan reaksi orang-orang di sekitarnya seusai mereka mengetahui bahwa dirinya mengidap kanker.

Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa diberikan supaya mampu berbagi cerita mengenai penderitaan yang dialami terkait kondisi kanker ovarium :

  1. Pilihlah tempat yang sunyi

Carilah tempat yang sunyi dan tetap nyaman untuk Anda supaya mampu bercerita kepada orang lain mengenai kondisi kanker kvariuk yang diderita.

Tempat tersebut juga harus yang jauh dari khalayak ramai supaya privasi Anda masih dapat terjaga kerahasiannya.

  1. Kamu tak harus menghadapi kanker ovarium sendirian

Tanamlah hal ini dalam mind set atau benak Anda sebagai penderita kanker ovarium. Hal ini tentunya akan memudahkan Anda untuk berbagi cerita.

Pilihlah orang-orang tertentu untuk dibagikan cerita mengenai kondisi Anda saat ini. Misalnya keluarga, baik suami, anak, orang tua, maupun sanak saudara lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa memercayai sahabat maupun kerabat terdekat Anda yang selama ini memang mampu menjaga setiap privasi dan rahasia Anda.

Dengan berbagi cerita pada orang lain, maka sebagai penderita kanker ovarium, akan merasa lebih lega karena mengetahui bahwa kita tak pernah sendirian untuk mengahadapi kenyataan pahit.

Selain itu, dalam menjalani pengobatan, rasanya akan lebih semangat sehingga respon pengobatan pun akan memberikan hasil yang lebih optimal dan maksimal.

  1. Ceritakan secara perlahan-lahan

Beri mereka waktu untuk memahami kisah yang dialami sebagai penyandang kanker ovarium.

Bagi penderita kanker ovarium memang butuh waktu untuk dapat memahami dan menerima kenyatan, begitu pula bagi mereka yang mendengarkan cerita Anda.

Oleh karena itu, ceritakan secara perlahan-lahan supaya anggota keluarga maupun kerabat terdekat tidak stress maupun sedih berlebihan ketika mengetahui Anda menderita kanker ovarium.

Selain itu, jangan lupa menceritakan dengan beberapa kata kunci terkait kondisi Anda agar mereka lebih mudah memahami apa yang Anda derita sekaligus mereka mampu bersama-sama dengan Anda menghadapi realita.

Selain menceritakan dengan orang-orang terdekat, penderita kanker ovarium juga bisa mendapat dukungan tambahan dari mereka yang sama-sama menderita kanker ovarium.

Tentunya banyak sekali perkumpulan maupun organisasi resmi yang melibatkan para penderita kanker ovarium.

Saling berbagi kisah dan kasih antar sesama penderita kanker ovarium merupakan salah satu bentuk lerawatan suportif yang bisa didapatkan.

Hal ini pastinya membuat penderita kanker ovarium mampu memahami bagaimana kanker ovarium itu sendiri. Selain itu, mereka juga tidak berlarut-larut dalam kesedihan mengenai realita mereka sebagai penyandang kanker ovarium.

Apalagi karena sama-sama mengalaminya, maka akan mudah untuk memahami satu sama lain.

Demikian artikel wanieta.com kali ini yang membahas pengobatan dan perawatan kanker ovarium selepas terdeteksi oleh dokter. Semoga artikel ini bisa memberi manfaat untuk Anda.

Tags:

Leave a Reply