Penjelasan Medis Soal Berhubungan Seks Saat Menstrusi dan Risikonya

Hingga saat ini, berhubungan seks saat wanita sedang menstruasi masih menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Ada beberapa pendapat yang dilatarbelakangi oleh kepercayaan tertentu yang menyatakan wanita yang sedang menstruasi dilarang berhubungan intim.

Namun ada pula beberapa kalangan tertentu yang tidak melarang wanita haid berhubungan seks dengan alasan tidak memiliki dampak negatif pada pria maupun wanita.

Lalu bagaimana penjelasan medis mengenai hal ini? Boleh atau tidak berhubungan seks saat menstruasi? Berikut ini penjelasannya melalui web wanieta.com.

Penjelasan Medis Soal Bercinta Saat Haid

Jika memandang dari segi medis, sebenarnya ada beberapa manfaat yang didapatkan saat berhubungan intim ketika wanita sedang menstruasi, antara lain adalah:

  1. Mengatasi Rasa Sakit

Saat wanita sedang menstruasi, tak jarang mereka akan merasakan gejala-gejala tidak mengenakkan seperti kram, sedih, depresi, dan lainnya.

Berhubungan intim ketika menstruasi bermanfaat untuk mengatasi hal tersebut.

Saat orgasme, wanita akan melepas hormon endorphin yang mana  dapat mengurangi sakit dan nyeri yang diakibatkan menstruasi.

Endorphin merupakan hormon yang dapat membuat seseorang merasa bahagia sehingga dapat membantu meredakan bad mood dan depresi.

  1. Memberikan Kepuasan Lebih

Menurut medis, berhubungan intim saat menstruasi dapat juga memberikan kepuasan lebih kepada pasutri. Mengapa?

Hal ini karena terjadi perubahan hormon di dalam tubuh wanita saat sedang menstruasi yang membuat wanita merasa lebih bergairah.

Risiko Berhubungan Seks Saat Hamil

Bolehkah berhubungan seks saat menstruasi

Bolehkah berhubungan seks saat menstruasi

Meskipun begitu, ada beberapa bahaya berhubungan intim saat sedang menstruasi yang perlu diperhatikan bagi siapa saja yang ingin melakukannya, antara lain adalah:

  1. Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Menular Seksual (PMS)

Anda yang berhubungan intim ketika wanita sedang mengalami menstruasi memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi terkena PMS (penyakit menular seksual dibandingkan dengan orang yang melakukan hubungan intim di luar dari masa menstruasi.

Saat menstruasi, leher rahim wanita akan terbuka yang dapat memungkinkan darah masuk ke dalamnya. Hal ini lah yang kemudian memudahkan bakteri menuju ke bagian panggul.

Anda juga dapat lebih mungkin untuk menularkan hepatitis dan HIV ke pasangan di saat kondisi seperti ini, karena memang lebih banyak lagi cairan atau darah yang keluar.

  1. Vagina Terkena Jamur

Vagina wanita memilkii kadar pH 3,8-4,5 setiap bulannya. Namun saat sedang menstruasi, kadar pH tersebut dapat meningkat dikarenakan memang tingkat pH darah yang menjadi lebih tinggi.

Hal ini yang kemudian menyebabkan jamur tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur pada vagina memang lebih cenderung dapat terjadi 1 minggu sebelum masa menstruasi dan berhubungan intim dapat semakin memperburuk kondisi yang ada.

  1. Risiko hamil

Meskipun berhubungan intim selama masa menstruasi sekalipun, tetap ada risiko untuk wanita dapat hamil meskipun kecil.

Apalagi jika anda tidak menggunakan alat pengaman atau kontrasepsi. Pada beberapa wanita, terutama dengan kondisi siklus menstruasi yang lebih cepat sekitar 21-24 hari mengalami ovulasi dan menstruasi di waktu yang bersamaan.

Sehingga kemungkinan untuk ovulasi di hari 1 atau 2 saat menstruasi hampir mendekati 0 namun akan terus meningkat di hari berikutnya.

Ditambah lagi dengan fakta yang menyatakan jika sperma mampu untuk bertahan hidup 3-7 hari di dalam tubuh wanita. Sehingga kemungkinan kehamilan saat berhubungan intim ketika menstruasi akan tetap ada.

Tips Berhubungan Intim Saat Menstruasi

Meskipun menstruasi memiliki pro dan kontra tersendiri, akan tetapi masih banyak orang yang ingin melakukannya. Nah bagi anda yang mungkin ingin mencoba melakukan hubungan intim ketika menstruasi sebaiknya memperhatikan hal-hal di bawah ini.

  • Jangan melakukan hubungan intim saat kondisi darah haid sedang mengalir deras-derasnya, misalnya pada hari pertama ataupun kedua. Untuk menjaga kebersihan dari tempat tidur anda dari darah, maka anda bisa menaruh alas agar menghindari noda darah. Jangan khawatir jika anda melihat gumpalan darah berwarna coklat atau merah gelap selama maupun setelah berhubungan intim karena hal tersebut adalah normal.
  • Anda dapat menggunakan kondom untuk wanita yang dapat mengurangi jumlah darah yang bisa saja keluar ketika berhubungan intim. Selain itu cobalah posisi misionaris yang dapat bermanfaat membatasi aliran darah yang mungkin keluar saat berhubungan intim
  • Bercinta di bawah shower kamar mandi juga dpaat menjadi solusi alternatif. Meskipun hal ini juga memiliki resiko semisal darah dapat tercecer di tubuh wanita maupun pria saat berhubungan intim.
  • Pastikan jika memang anda ataupun pasangan tidak memiliki rasa jijik dengan darah yang mungkin saja keluar selama menstruasi agar nantinya aktivitas bercinta tidak akan terganggu

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, berhubungan intim pada saat menstruasi memang memiliki risiko tersendiri, terutama jika anda tidak melakukannya secara aman.

Bagi anda yang berkeinginan menyalurkan hasrat namun tidak melibatkan penetrasi maka ada alternatif lainnya yang dapat anda coba.

  • Pijatan sensual, tak perlu mahir memijat seperti hal nya tukang pijat profesional. Pijatan yang dimaksud disini adalah ditujukan menggoda pasangan anda sehingga dapat membangkitkan libidonya. Pijat secara perlahan pada bagian-bagian tubuh yang dirasa memang cukup sensitive, terutama pada bagian bokong dan paha. Anda juga dapat menggoda pasangan dengan merangsang pada bagian putingnya.
  • Mandi bersama juga dapat menjadi pilihan yang tepat. Anda dapat membantu pasangan untuk membersihkan rambut dan tubuhnya. Sensasi yang diberikan pada saat mandi bersama tentunya dapat membangkitkan dan memelihara gairah seks yang ada. Mandi bersama dapat menjadi momen dimana anda memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada pasangan sehingga dapat merekatkan keintiman bersama pasangan. Tak heran jika hal ini menjadi pilihan alternatif ketika sedang menstruasi. Namun pastikan jika pasangan anda tidak merasa geli atau jijik ketika melihat darah menstruasi anda. Sehingga keintiman yang terjalin dapat berjalan lancar.

Hubungan intim memang menjadi hal yang cukup penting dalam rumah tangga. Namun jangan sampai menjadikannya sebagai beban.

Jika memang anda merasa tak nyaman berhubungan intim ketika menstruasi, maka sebaiknya katakan hal tersebut pada pasangan anda. Membina hubungan keintiman tak harus selalu dikaitkan dengan urusan ranjang.

Banyak hal lainnya yang dapat anda lakukan bersama pasangan sehingga dapat menciptakan suasana romantis.

Namun di sisi lain, jika memang anda dan pasangan nyaman melakukan hubungan intim saat sedang menstruasi, maka lakukanlah dengan penuh cinta dan kasih.

Seks tetap bisa dilakukan saat sedang haid sekalipun, meskipun memang ada untung dan ruginya. Wanita dapat lebih bergairah ketika menstruasi namun juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi PMS (penyakit menular seksual).

Perlu diingat jika hubungan seksual yang aman dan sehat merupakan persetujuan dari kedua belah pihak. Sehingga bila memang pasangan anda merasa tak nyaman melakukan hubungan intim saat sedang haid, maka tak perlu dilakukan.

Berkomunikasilah dengan terbuka dan jujur ketika memang ingin melakukan sesuatu hal bersama. Demikian penjelasan medis mengenai berhubungan seks aat menstruasi, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.

Tags:

Leave a Reply